Description of Nutritional Status with The Development of Toddlers at The Working Area of Public Health Center of Wates, Lampung Province, Indonesia

Desi Kumalasari(1*), Yona Desni Sagita(2), Septika Yani Veronica(3)
(1) Universitas Aisyah Pringsewu
(2) Universitas Aisyah Pringsewu
(3) Universitas Aisyah Pringsewu
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30604/jika.v6iS1.786

Abstract

Stunting describes chronic malnutrition status during growth and development since early life. This situation is represented by a z-score of height for age less than -2 standard deviations based on growth standards according to the World Health Organization. The method used in this research was a quantitative research method with a descriptive type of research objective to describe the Nutritional Status of Toddlers Age 12-59 Months at the working area of the Public Health Center in Wates. The population in this research were toddlers age 12-59 months totaling 1314 toddlers. The sampling technique used quota sampling with the number of samples obtained as many as 100 toddlers, the instrument in this research used an observation sheet, namely research obtained directly from the source in the form of interviews, polls from individuals or groups (people) as well as observations from an object, the genesis or test results (objects). Frequency distribution of nutritional status of 100 toddlers obtained normal nutritional status 76 (76%) toddlers respondents, 11 (11%) toddlers respondents with short nutritional status, 8 (8%) toddlers respondents with nutritional status very short, and 5 (5%) toddlers respondents with high nutritional status. The distribution of the developmental frequency of toddlers from 100 toddlers obtained 95 (95%) toddlers respondents with development according to their age, 5 (5%) toddlers respondents with dubious development, and no toddlers respondents suffer deviations in their development.




Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Keadaan ini dipresentasikan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan menurut WHO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengambarkan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 12 – 59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Wates. Populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 12-59 bulan yang berjumlah 1314 balita. Tehnik pemngambilan sampel mengunakan quota sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 100 balita, instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi yaitu penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya yang berupa wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok (orang) maupun hasil observasi dari suatu obyek, kejadian atau hasil pengujian (benda). Distribusi frekuensi status gizi dari 100 balita didapatkan tatus gizi normal 76 (76%) responden balita, 11 (11%) responden balita dengan status gizi pendek, 8 (8%) responden balita dengan status gizi sangat pendek dan 5 (5%) responden dengan status gizi tinggi. Distribusi frekuensi perkembangan balita dari 100 balita didapatkan 95 (95%) responden balita dengan perkembangan yang sesuai dengan umurnya, 5 (5%) responden balita dengan perkembangan yang meragukan, dan tidak ada responden balita yang mengalami penyimpangan dalam perkembangannya.

Keywords


Toddlers; Age 12-59 Months; Development; Nutritional Status; Balita; Usia 12-59 Bulan; Perkembangan; Status Gizi

References


Anggraeni. R. I., Klasifikasi status gizi balita berdasarkan indeks antropometri (BB/U) menggunakan jaringan saraf tiruan. J Snastiiccs. 2019;4(1):161-8

Desmita (2017). Psikologi Perkembangan Remaja. Rosda Karya: Bandung

Diana, F.M., (2010) Pemantauan Perkembangan Anak Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Maret 2010-September 2010, Vol. 4, No. 2.

Kementerian Kesehatan RI. (2010). Buku Keputusan Standar Antropomertri Penilaian Status Gizi Balita. Jakarta: Kemenkes RI

Kementerian Kesehatan RI. (2016). Situasi Balita Pendek; Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2017). Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Jakarta: Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi

Kementerian Kesehatan. (2018). Buku Saku Pemantauan Status Gizi. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Mulyadari, C.N.S., (2019). Hubungan Prilaku ibu tentang staus gizi dengan pertumbuhan balita di posyandu salira wilayah kerja puskesmas Batu 10. Jurnal Cakrawala Kesehatan Vl.IX, No.01, Agustus 2019.

Pantaleon, M.G., Hadi, H., Gamayanti, I.L., (2017). Stunting berhubungan dengan perkembangan motorik anak di Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia. Vol. 3, No. 1, Januari 2015: 10-21: Yogyakarta

Reni. M.K., (2019). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan anak umur 24-60 bulan di Kelurahan Bener Kota Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Vokasional. Vol 4 No3 Agustus 2019

Rohani, S., Wahyuni, R., & Veronica, S. Y. (2021). Penyuluhan mengenal stunting dan efek pada pertumbuhan anak di desa wonodadi tahun 2021. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu (ABDI KE UNGU), 3(2), 79-83.

Sastra, Y., (2019). Hubungan Kunjungan posyandu terintergrasi PAUD degan Status Gizi dan Kemampuan berbhasa pada anak Balita usia 4-5 tahun diwilayah kerja puskesmas PAUH Kota Padang Tahun 2019, Jurnal Kesehatan Andalas 3028 :8 (4)

Supariasa, I.D.Y., (2016). Penilaian status gizi secara antropometri dalam Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Septikasari, M. (2018). Status Gizi Anak Dan Faktor Yang Mempengaruhi. Yogyakarta: UNY Press

Soetjiningsih. (2012). Tumbuh kembang balita. Jakarta : EGC

Susetyowati. (2016). Gizi Bayi dan balita; Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Veronica, S. Y., Qurniasih, N., Utami, I. T., & Febrianti, H. (2019). Peningkatan Gizi Anak Sekolah dengan Gerakan Isi Piringku. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu (ABDI KE UNGU), 1(1), 47-50.

Welasasih, B.D., Wirjatmadi, R. B., (2012). Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita Stunting. The Indonesian Journal of Public Health, Vol. 8, No. 3, Hal 99-104

Yulianti, N., Putri A., Lily. H., Nur, S. O., (2018). Analisis Pantauan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah Dengan Kuesioner Pra Skrining Pertumbuhan (KPSP) Di BKB Paud Kelurahan Serdang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Indonesia Jurnal Kebidanan Vol. 2 No.1 (2018) 45-52


Article Statistic

Abstract view : 245 times
Fulltext (Bahasa Indonesia) views : 124 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.